Latar Belakang: Stres menjadi persoalan kesehatan mental yang dialami luas oleh pelajar, pekerja, dan pasien dengan kondisi klinis tertentu, sehingga strategi non-farmakologis yang efektif diperlukan untuk penanganannya. Meditasi Buddhis berbasis mindfulness dilaporkan berpotensi menurunkan stres, namun bukti tersebar pada berbagai studi dengan metode dan populasi berbeda. Tujuan: Menyintesis bukti dari lima artikel ilmiah mengenai pengaruh meditasi Buddhis terhadap penurunan stres serta perbaikan regulasi emosi, fokus, dan kesejahteraan psikologis. Metode: Meta-sintesis kualitatif dilakukan melalui studi dokumentasi pada lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi, meliputi kajian praktik meditasi Buddhis atau mindfulness, dampak terhadap stres atau kesehatan mental, publikasi pada jurnal ilmiah, dan ketersediaan data hasil yang jelas. Data dianalisis melalui identifikasi, ekstraksi, kategorisasi, dan sintesis temuan. Hasil: Empat dari lima artikel (80%) melaporkan penurunan stres pada kelompok pelajar, karyawan, generasi muda, dan pasien pascastroke. Dua artikel (40%) melaporkan perbaikan regulasi emosi, dua artikel (40%) melaporkan peningkatan fokus dan konsentrasi, dua artikel (40%) melaporkan peningkatan kesejahteraan psikologis, dan satu artikel (20%) melaporkan peningkatan kualitas hidup. Simpulan: Meditasi Buddhis menunjukkan pola manfaat yang konsisten pada berbagai kelompok populasi, sehingga layak dipertimbangkan sebagai intervensi non-farmakologis pendukung kesehatan mental, meski bukti masih terbatas pada lima studi dengan desain yang beragam.
Copyrights © 2026