Penelitian ini membahas implementasi algoritma password hashing Argon2id sebagai metode penguatan keamanan autentikasi pada sistem client–server. Argon2, pemenang Password Hashing Competition (PHC) tahun 2015, dirancang sebagai memory-hard function yang secara intensif memanfaatkan memori dan CPU untuk menghambat serangan brute-force dan GPU cracking berbasis paralel. Dalam studi ini, algoritma diimplementasikan pada proses enkripsi dan verifikasi kata sandi, serta dianalisis berdasarkan tingkat keamanan, kompleksitas komputasi, dan efektivitasnya dibandingkan dengan algoritma hash konvensional seperti MD5 dan SHA-256. Pengujian performa (Benchmarking) menunjukkan bahwa Argon2id membutuhkan waktu rata-rata 202,2238 ms, yang secara signifikan lebih lambat (sekitar 2.229 kali lebih lambat dari MD5 dan 1.111 kali dari SHA-256), sehingga efektif memberikan penalti waktu untuk mitigasi serangan. Selain itu, Avalanche Effect (Uji Kualitas Kriptografi) menghasilkan tingkat perubahan bit sebesar 34,39%, yang tergolong "Sangat Baik" dan membuktikan kemampuan difusi serta ketahanan terhadap analisis pola data. Implementasi Argon2id terbukti menghasilkan hash yang kuat dan tahan terhadap serangan brute-force berbasis paralel, sehingga meningkatkan keamanan autentikasi serta memberikan perlindungan lebih baik terhadap risiko kebocoran kata sandi dalam lingkungan sistem modern.
Copyrights © 2026