Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran pengguna terhadap keamanan jaringan Wi-Fi di lingkungan kampus, mengingat tingginya risiko serangan siber seperti sniffing dan phishing pada jaringan publik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 54 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk mengukur rata-rata skor pada empat aspek kesadaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara pemahaman konsep dan praktik di lapangan. Aspek Pengetahuan dan Sikap responden berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata masing-masing 3,80 dan 4,04, yang mengindikasikan bahwa mahasiswa memahami risiko keamanan data. Namun, aspek Perilaku serta Kebiasaan dan Pengalaman berada pada kategori yang lebih rendah dengan rata-rata 3,13 dan 3,00. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman teori belum sepenuhnya diterapkan dalam tindakan pencegahan nyata, seperti penggunaan VPN atau penggantian kata sandi secara rutin. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan edukasi yang bersifat praktis untuk mengubah kesadaran kognitif menjadi perilaku keamanan yang konsisten
Copyrights © 2026