Penelitian ini mengkaji strategi kesantunan dan prinsip kesantunan yang digunakan oleh pengguna media sosial pada kolom komentar akun Instagram @infombg terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai kebijakan nasional yang strategis, program MBG memicu perdebatan luas di media sosial, yang kerap menguji batas etika berbahasa. Dengan memakai rancangan penelitian kualitatif deskriptif, studi ini memeriksa komentar warganet untuk menemukan pola ujaran yang memiliki nilai forensik. Data dikumpulkan dengan purposive sampling dan dianalisis dengan pendekatan kesantunan Brown dan Levinson serta prinsip kesantunan Leech, yang digabungkan dalam kerangka linguistik forensik untuk menginterpretasikan maksud, potensi bahaya, serta membedakan antara kritikan konstruktif dan wacana berbahaya. Hasilnya mengungkap beragam strategi, antara lain Bald on Record, Positive, Negative Politeness, dan Off Record, serta kepatuhan maupun pelanggaran terhadap maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penerimaan, kerendahan hati, kesepakatan, dan maksim simpati. Penelitian ini menekankan peran penting linguistik forensik dalam menelaah komunikasi digital demi menjaga wacana publik tetap etis serta membantu penegak hukum membedakan antara kebebasan berpendapat dan kejahatan bahasa.
Copyrights © 2026