Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi telah meningkat secara signifikan, namun penggunaan AI oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Halu Oleo (UHO) belum terukur secara jelas. Meskipun rata-rata IPK tiga tahun terakhir berada pada kategori sangat baik (3,44–3,47), pemanfaatan AI dalam pembelajaran masih belum optimal dan belum sejalan dengan kebutuhan penguatan kemampuan analitis dan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan 15 informan mahasiswa Ilmu Komunikasi UHO yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi penggunaan berbagai tools AI, seperti ChatGPT, Google Gemini, Canva, dan Google Scholar. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan terutama untuk mempercepat penyelesaian tugas, mencari literatur tambahan, serta memperbaiki struktur penulisan. Informan mengakui jika AI membantu menghemat waktu pengerjaan tugas, meningkatkan kualitas penyusunan teks karya ilmiah, melakukan parafrase, hingga menemukan literatur tambahan. Namun, mayoritas informan juga mengakui adanya penurunan kemampuan berpikir kritis dan meningkatnya ketergantungan pada AI. Temuan ini mengungkap adanya kesenjangan antara manfaat AI dalam efisiensi belajar dan lemahnya perkembangan kemampuan analitis mahasiswa. Gap lokal di UHO menunjukkan perlunya literasi AI yang lebih terarah, penguatan kebijakan akademik, serta peningkatan kemampuan evaluatif mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Copyrights © 2026