Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi personal branding tiga public speaker Indonesia, M. Syafiul Muktapa (@bicarapede), Teuku Daffa (@daffaspeaks), dan Steny Agustaf (@stagustaf) dalam membangun citra profesional di Instagram serta pengaruh aktivitas digital mereka terhadap persepsi kemampuan public speaking. Kesenjangan penelitian terletak pada minimnya kajian yang menyoroti penggunaan Instagram tidak sekadar untuk popularitas, tetapi sebagai media pengembangan kemampuan public speaking dan self-development. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten terhadap unggahan Instagram selama periode Juli–September 2025. Analisis mencakup gaya penyampaian, tema konten, penggunaan visual, dan tone komunikasi. Ketiga akun dipilih secara purposif berdasarkan konsistensi tema pengembangan diri, tingkat interaksi yang tinggi, serta variasi gaya komunikasi yang merepresentasikan public speaker muda di Indonesia. Teori Personal Branding dari Montoya digunakan sebagai kerangka analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiganya menerapkan strategi personal branding yang berbeda namun berlandaskan keaslian, empati, dan konsistensi nilai. Akun @bicarapede menonjol dengan gaya informal dan realistis, @daffaspeaks dengan pendekatan semi-formal berbasis storytelling edukatif, dan @stagustaf dengan komunikasi reflektif serta visual biru konsisten yang memperkuat citra profesional dan etis. Secara teoretis, penelitian ini memperluas The 8 Laws of Personal Branding dengan menambahkan dimensi komunikasi emosional dan etika digital, serta berkontribusi pada pengembangan literatur personal branding digital di Indonesia.
Copyrights © 2026