Pola diet tidak seimbang dapat memengaruhi status gizi dan meningkatkan risiko kesehatan. Mahasiswa kedokteran rentan terhadap perubahan pola makan karena tekanan akademis, stres, dan keterbatasan waktu. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi asosiasi antara pola diet dan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2024. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 120 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pola diet diukur menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan status gizi dinilai berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut kriteria WHO Asia Pasifik. Hubungan antarvariabel dianalis menggunakan uji Fisher’s Exact tingkat signifikansi p<0,05. Sebagian besar responden berusia 19 tahun (60,0%) dan berjenis kelamin perempuan (70,0%). Mayoritas responden memiliki pola diet tidak seimbang (114 orang, 95%). Berdasarkan status gizi, sebanyak 67 responden (55,8%) memiliki status gizi normal dan 53 responden (44,2%) termasuk kategori overweight atau obesitas. Penelitian tersebut tidak menemukan korelasi antara pola makan dan nutrisi (p=0,543). Mayoritas mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2024 memiliki pola diet yang tidak seimbang dengan status gizi normal, dan tidak ada hubungan yang signifikan diantara pola makan dan nutrisi.
Copyrights © 2026