Daun lamtoro (Leucaena leucocephala) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia, kadar fenolik total, aktivitas antioksidan, serta tingkat toksisitas ekstrak daun lamtoro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan in vitro dan bioassay. Ekstrak daun lamtoro diperoleh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dengan rendemen sebesar 12,36%. Uji fitokimia dilakukan secara kualitatif, sedangkan kadar fenolik total ditentukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, ABTS, dan FRAP, serta uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun lamtoro mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, tanin, steroid, terpenoid, dan beberapa senyawa metabolit sekunder lainnya. Kadar fenolik total diperoleh sebesar 67,02 mgGAE/g. Nilai IC50 metode DPPH, ABTS, dan FRAP berturut-turut sebesar 50,96 µg/mL, 13,13 µg/mL, dan 10,79 µg/mL yang menunjukkan aktivitas antioksidan kuat hingga sangat kuat. Hasil uji toksisitas metode BSLT memperoleh nilai LC50 sebesar 342,390 µg/mL yang termasuk kategori toksik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun lamtoro memiliki aktivitas antioksidan yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami.
Copyrights © 2026