Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan yang sering menimbulkan gangguan komunikasi verbal, seperti afasia dan disartria pada pasien. Kondisi ini dapat secara signifikan menghambat interaksi pasien dengan lingkungan sekitar serta mempengaruhi kualitas hidup secara menyeluruh. Oleh karena itu, peran perawat menjadi sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang tepat dan efektif untuk mengatasi masalah komunikasi pada pasien stroke secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien stroke dengan gangguan komunikasi verbal guna meningkatkan kemampuan komunikasi dan kualitas hidup pasien.Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu pasien stroke yang mengalami gangguan komunikasi verbal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami gangguan komunikasi verbal berupa kesulitan berbicara dan memahami bahasa. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi penggunaan komunikasi nonverbal, latihan bicara sederhana, terapi wicara AIUEO, pemberian waktu respons yang cukup, serta melibatkan keluarga dalam proses komunikasi. Setelah intervensi selama tiga hari pasien mulai mampu mengucapkan lima huruf vokal dengan artikulasi lebih jelas dan mampu mengungkapkan kebutuhan dasar menggunakan kata sederhana.Asuhan keperawatan yang tepat dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi verbal pada pasien stroke. Pendekatan yang melibatkan keluarga serta penggunaan teknik komunikasi alternatif sangat efektif dalam mendukung pemulihan pasien.
Copyrights © 2026