Ketidakstabilan tegangan listrik dari PLN merupakan permasalahan krusial yang dialami oleh konsumen listrik terutama yang mempunyai peralatan yang sensitif seperti di Servis Java Elektronik. Ketidakstabilan tegangan listrik berakibat pada kerusakan peralatan kerja dan kerugian materiil. Penggunaan stabilizer konvensional dinilai kurang efektif karena respon lambat dan ketiadaan fitur pemantauan. Penelitian ini bertujuan membuat sistem stabilizer otomatis terintegrasi Internet of Things (IoT) untuk menjaga kestabilan tegangan sekaligus mempermudah audit energi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan rancang bangun (prototyping) berbasis mikrokontroler Arduino Pro Mini yang mengendalikan motor servo dengan mekanisme closed-loop dan transmisi data via tunneling Ngrok. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu menstabilkan tegangan pada referensi 220V dengan toleransi ±2V dan waktu pemulihan (recovery time) rata-rata 2 hingga 3 detik terhadap fluktuasi ekstrem. Sistem akuisisi data mencatatkan akurasi tinggi sebesar 99,58% untuk sensor tegangan dan 99,48% untuk sensor arus. Selain itu, fitur monitoring real-time via aplikasi Blynk dan pelaporan data otomatis format Excel melalui Telegram Bot berfungsi 100%, menggantikan pencatatan manual. Penerapan teknologi ini memberikan solusi proteksi aset yang responsif dan manajemen data kelistrikan yang efisien.
Copyrights © 2026