Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fase gerakan smash forehand dan regulasi emosi pada atlet bulutangkis Pra PORA Kabupaten Bener Meriah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 14 atlet bulutangkis Pra PORA Kabupaten Bener Meriah yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi untuk menilai fase gerakan smash forehand berdasarkan aspek persiapan, pelaksanaan, dan gerakan lanjutan (follow through), sedangkan regulasi emosi diukur menggunakan kuesioner Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang dikembangkan oleh Gross (2002). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa skor, persentase, dan kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase gerakan smash forehand memperoleh total skor 149 dengan rata-rata 10,64 yang berada pada kategori Baik. Sebanyak 43% atlet berada pada kategori Baik, 28,5% kategori Baik Sekali, dan 28,5% kategori Cukup. Sementara itu, regulasi emosi memperoleh total skor 331 dengan rata-rata 23,64 atau persentase 59,11% yang berada pada kategori Sedang. Sebanyak 43% atlet memiliki regulasi emosi kategori Kuat, 50% kategori Sedang, dan 7% kategori Lemah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa atlet bulutangkis Pra PORA Kabupaten Bener Meriah telah memiliki penguasaan teknik smash forehand yang baik, namun kemampuan regulasi emosi masih berada pada tingkat sedang sehingga diperlukan pembinaan psikologis yang terintegrasi dengan latihan teknik untuk meningkatkan performa atlet secara optimal.
Copyrights © 2026