Rendahnya tingkat kepercayaan diri dan tingginya kecemasan komunikasi seringkali menjadi hambatan fisiologis yang signifikan bagi mahasiswa dalam menguasai keterampilan berbicara di depan umum (public speaking). Sementara, pendidikan tinggi, melalui dosen memiliki tanggungjawab membekali mahasiswanya untuk terampil berkomunikasi sehingga kompeten memasuki dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan mendeskripsikan secara mendalam mengenai penerapan strategi komunikasi fatik oleh dosen dalam menumbuhkan motivasi, kedekatan emosional, serta mempersuasi dimensi afektif mahasiswa guna meningkatkan kompetensi komunikasi verbal dan nonverbal sebagai bekal berkomunikasi di depan umum. Pendekatan yang digunakan deskriptif kualitatif dengan paradigma interpretif konstruktivis. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi partisipatif terhadap aktivitas perkuliahan di Program Studi Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung serta wawancara mendalam dengan dosen dan mahasiswa. Data sekunder diperoleh dari dokumen akademis dan literatur intertekstual yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan komunikasi fatik berupa sapaan hangat, apresiasi verbal-nonverbal informal, dan sesi sharing hearing (basa-basi terstruktur) terbukti efektif dalam mereduksi ketegangan psikologis mahasiswa dan meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum. Komunikasi fatik bukan hanya berfungsi sebagai pencair suasana perkuliahan, melainkan bertindak sebagai instrumen persuasi yang menggeser kecemasan menjadi kematangan konsep diri. Diskusi teoritis dianalisis menggunakan teori komunikasi antarpribadi, kompetensi komunikasi, dan dimensi efektivitas interaksi.
Copyrights © 2026