Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi agensi remaja perempuan dalam Dua Garis Biru karya Gina S. Noer melalui pendekatan desain komunikasi visual dan semiotika Roland Barthes. Film ini mengangkat isu hubungan seksual remaja, kehamilan di usia sekolah, serta konsekuensi sosial dan emosional yang dialami tokoh Dara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika pada tataran denotasi, konotasi, dan mitos terhadap tujuh adegan terpilih. Analisis diperkaya dengan teori male gaze Laura Mulvey, konsep the Other Simone de Beauvoir, performativitas gender Judith Butler, serta perspektif female gaze bell hooks dan Teresa de Lauretis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film merepresentasikan perempuan secara humanis melalui bahasa visual yang empatik, menegaskan agensi Dara dalam menyatakan hasrat seksual, mengambil keputusan reproduktif, mempertahankan cita-cita akademik, serta membangun identitas sebagai ibu muda. Film berperan membentuk pemahaman masyarakat tentang gender, seksualitas, tubuh perempuan, dan keibuan secara lebih setara.
Copyrights © 2026