Peningkatan penggunaan media sosial di kalangan remaja turut meningkatkan risiko terjadinya pelecehan seksual non-verbal di ruang digital. Rendahnya pemahaman siswa/i mengenai bentuk, dampak, dan mekanisme pelaporan pelecehan seksual non-verbal menunjukkan perlunya edukasi melalui kegiatan penyuluhan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran siswa mengenai pelecehan seksual non-verbal di media sosial melalui penyuluhan di SMA Negeri 1 Nguntoronadi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk seminar interaktif yang membahas bentuk pelecehan seksual non-verbal, dampaknya, etika bermedia sosial, serta langkah pencegahan dan pelaporan. Hasil Evaluasi menggunakan Google Form menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, kesadaran, dan pengetahuan peserta mengenai pelecehan seksual non-verbal serta pentingnya etika dalam bermedia sosial. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan awareness siswa dan berpotensi dikembangkan sebagai program edukasi literasi digital yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026