Kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) merupakan bencana yang umumnya dipicu oleh aktivitas manusia, seperti praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, serta diperparah oleh kondisi iklim ekstrem, seperti musim kemarau panjang yang dipengaruhi oleh fenomena cuaca seperti El NiƱo. Sepanjang Maret hingga Oktober 2024, wilayah Heavy Oil Duri Field PT XYZ Zona Rokan mencatat sebanyak 18 kejadian KARHUTLA, dengan frekuensi kejadian tertinggi berada di area 10, 12, dan 8. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis dan membandingkan kondisi eksisting PT XYZ Zona Rokan dalam penanganan KARHUTLA dengan regulasi dan standard seperti ISO 22320: Security and resilience - Emergency management - Guidelines for incident management, NFPA 1600 Standard on Continuity Emergency and Crisis Management, Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dan Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, serta (2) menyusun rekomendasi strategi yang optimal berdasarkan hasil analisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Pendekatan yang digunakan melibatkan analisis perbandingan antara kebijakan aktual dan regulasi, serta pengolahan data kuesioner dari narasumber ahli menggunakan metode AHP dengan perangkat lunak Expert Choice. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan sumber daya merupakan kriteria paling dominan (74,1%), disusul oleh efektivitas operasional (18,1%), dan risiko serta dampak lingkungan (7,8%). Berdasarkan bobot prioritas tersebut, strategi pemadaman langsung dipilih sebagai alternatif utama (75,8%), diikuti pemadaman tidak langsung (17%), dan pembakaran terkendali (7,2%). Hasil penelitian ini menjadi rujukan strategis dalam meningkatkan efektivitas penanggulangan KARHUTLA yang lebih terencana dan sesuai standar Kata Kunci: Kebakaran Hutan Dan Lahan, Strategi Pemadaman, AHP, Zona Rokan.
Copyrights © 2025