Pengujian Chemical Oxygen Demand (COD) merupakan parameter penting dalam evaluasi kualitas limbah cair industri. Ketidakakuratan hasil uji dapat menimbulkan ketidaksesuaian dengan standar lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi kegagalan dalam proses uji COD menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen laboratorium. Hasil FMEA menunjukkan mode kegagalan utama meliputi tidak adanya panduan warna indikator (RPN=384), perbedaan persepsi visual antar analis (RPN=343), dan volume reagen tidak sesuai SOP (RPN=343). Analisis FTA mengungkap jalur kegagalan dominan akibat alat tidak terkalibrasi dan kesalahan interpretasi titik akhir titrasi. Kesimpulannya, integrasi FMEA–FTA memberikan analisis risiko yang komprehensif serta menegaskan perlunya kalibrasi alat, penyediaan color chart, dan peningkatan pencahayaan laboratorium untuk menjamin akurasi hasil uji COD. Kata Kunci: COD, FMEA, FTA, Limbah Cair,Risiko Laboratorium
Copyrights © 2025