Artikel ini berjudul “Adakah Keterkaitan Munculnya Kata Mata ‘Mata’ terhadap Kata Matapoé ‘Matahari’ Bahasa Sunda secara Geografis?” Artikel ini membahas bagaimana keterkaitan atau pengaruh munculnya kata mata terhadap munculnya kata matapoé dalam bahasa Sunda secara geografis? Penelitian ini bersifat deskriptif diakronis. Metode pengumpulan data menggunkan metode simak langsung di lapangan dengan teknik rekam dan catat dengan menggunakan instrumen penelitian berupa daftar tanya yang memuat kosakata dasar Swadesh dan kosakata budaya. Lokasi penelitian bertempat di 26 desa dan kelurahan berbahasa Sunda di perbatasan Bogor-Bekasi, Jawa Barat (2005) serta 30 desa dan kelurahan berbahasa Sunda di Kecamatan Banjarharjo dan Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (2016). Informan sebagai sumber data masing-masing satu orang untuk setiap desa atau kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% titik-titik pengamatan di perbatasan Bogor-Bekasi, Jawa Barat memperlihatkan adanya keterkaitan antara munculnya kata mata ‘mata’ terhadap munculnya kata matapoé ‘matahari’, kemudian 67% titik-titik pengamatan di Kecamatan Banjarharjo dan Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah memperlihatkan adanya keterkaitan antara munculnya kata mata ‘mata’ terhadap munculnya kata matapoé ‘matahari’. Dengan demikian, ada kecenderungan munculnya sebuah kata karena kata lain karena secara morfologi bentuk kata yang memengaruhi, yakni mata, menjadi dasar bagi pembentukkan kata yang dipengaruhi, yakni matapoé.
Copyrights © 2026