Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi biaya pengadaan bahan baku semen OPC (Ordinary Portland Cement) pada PT ABC, perusahaan manufaktur beton pracetak di Karawang. Penelitian membandingkan sistem pengadaan eksisting dengan Material Requirement Planning berteknik Lot for Lot (MRP-LFL) dan Just in Time (JIT). Data sekunder dari Departemen Perencanaan dan Evaluasi Produksi selama April 2025 meliputi kebutuhan harian, volume pemesanan, tanggal kedatangan, lead time, dan sisa stok. Hasil analisis menunjukkan bahwa MRP-LFL mampu menekan sisa stok akhir dari 30.025 kg menjadi 0 kg. Simulasi JIT menurunkan biaya penyimpanan dari Rp2.400.000 menjadi Rp300.000 per bulan, sehingga menghasilkan penghematan Rp2.100.000 atau 87,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa MRP-LFL efektif untuk menyelaraskan kuantitas pemesanan dengan kebutuhan aktual, sedangkan JIT memperkuat efisiensi biaya melalui pengadaan tepat waktu. Integrasi keduanya direkomendasikan dengan dukungan keandalan pemasok, pengendalian lead time, dan sistem informasi persediaan yang terintegrasi.
Copyrights © 2026