Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Preventive Maintenance Menggunakan Metode Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time to Repair (MTTR) pada Mesin Wire Rope Hoist Crane di PT Wika Beton Tbk Plant Karawang Bayu Adzikri Ramadhan; Thomas Wu; Fahriza Nurul Azizah
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1711

Abstract

  Penelitian ini menganalisis kebijakan preventive maintenance pada mesin Wire Rope Hoist Crane di PT WIKA Beton Tbk Plant Karawang menggunakan indikator Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR). Data historis periode Januari 2024 sampai Januari 2025 menunjukkan total waktu operasi 3.320 jam, 10 kejadian kerusakan, dan total downtime 15 jam; downtime maksimum pada satu kejadian sebesar 2,5 jam. Perhitungan yang dikoreksi menghasilkan MTBF 332 jam dan MTTR 1,5 jam. Dengan pola operasi 10 jam per hari, MTBF tersebut ekuivalen dengan 33,2 hari operasi. Sebagai interval konservatif sebelum rata-rata kerusakan tercapai, preventive maintenance direkomendasikan setiap 320 jam operasi atau 32 hari operasi. Rekomendasi dilengkapi dengan pencatatan jam operasi, inspeksi komponen kritis, dan evaluasi MTBF-MTTR secara berkala. Hasil penelitian menjadi baseline deskriptif untuk memperbaiki pengendalian pemeliharaan dan perlu dievaluasi kembali setelah beberapa siklus penerapan.
Analisis Efisiensi Biaya Bahan Baku Semen OPC Menggunakan Metode Material Requirement Planning Lot for Lot (MRP-LFL) dan Just in Time (JIT) pada PT ABC Thomas Wu; Bayu Adzikri Ramadhan
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1713

Abstract

  Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi biaya pengadaan bahan baku semen OPC (Ordinary Portland Cement) pada PT ABC, perusahaan manufaktur beton pracetak di Karawang. Penelitian membandingkan sistem pengadaan eksisting dengan Material Requirement Planning berteknik Lot for Lot (MRP-LFL) dan Just in Time (JIT). Data sekunder dari Departemen Perencanaan dan Evaluasi Produksi selama April 2025 meliputi kebutuhan harian, volume pemesanan, tanggal kedatangan, lead time, dan sisa stok. Hasil analisis menunjukkan bahwa MRP-LFL mampu menekan sisa stok akhir dari 30.025 kg menjadi 0 kg. Simulasi JIT menurunkan biaya penyimpanan dari Rp2.400.000 menjadi Rp300.000 per bulan, sehingga menghasilkan penghematan Rp2.100.000 atau 87,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa MRP-LFL efektif untuk menyelaraskan kuantitas pemesanan dengan kebutuhan aktual, sedangkan JIT memperkuat efisiensi biaya melalui pengadaan tepat waktu. Integrasi keduanya direkomendasikan dengan dukungan keandalan pemasok, pengendalian lead time, dan sistem informasi persediaan yang terintegrasi.