Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai tata cara mengukur kemampuan menulis aksara Bali menggunakan analisis fonem-grafem untuk kosakata dasar. Teori yang digunakan adalah teori grafolinguistik. Metode penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif, data yang digunakan melaksanakan tes 100 kosakata dasar. Objek penelitiannya adalah kemampuan siswa SMP Negeri 4 Kuta Selatan menulis aksara Bali, transparansi fonem-grafem aksara Bali. Data yang dikumpulkan dan dianalisis berdasarkan masalah penelitian. Terdapat 5 kaidah dalam sistem tulis yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa menulis aksara Bali. Kartu data tersebut diukur menggunakan skala likert, dari 13 siswa dapat disimpulkan kemampuan menulis aksara bali sudah bagus. Kemampuan siswa menulis aksara Bali sangat baik, masih terdapat beberapa kesalahan-kesalahan pada saat menulis aksara Bali, seperti halnya kesalahan saat menulis pengangge suara atau grafem vokal terikat, menulis gantungan atau gempelan, menulis grafem konsonan utama dikarenakan bentuk aksara yang mirip antar satu aksara dengan aksara lainnya. Abstract This study aims to explain the procedure for measuring the ability to write Balinese script using phoneme-grapheme analysis for basic vocabulary. The theory used is grapholinguistic theory. This research method is a qualitative descriptive method, the data used to carry out a 100 basic vocabulary test. The object of the study is the ability of students of SMP Negeri 4 Kuta Selatan to write Balinese script, the transparency of Balinese script phonemes-graphemes. The data collected and analyzed based on the research problem. There are 5 rules in the writing system used to measure students' ability to write Balinese script. The data card is measured using a Likert scale, from 13 students it can be concluded that the ability to write Balinese script is good. The students' ability to write Balinese script is very good, there are still some mistakes when writing Balinese script, such as mistakes when writing pengangge suara or bound vowel graphemes, writing gantungan or gempelan, writing the main consonant graphemes due to the similar shape of the script between one script and another.
Copyrights © 2026