INTEKNA
Vol 26 No 1 (2026): Jurnal INTEKNA, Volume 26, No. 1, Mei 2026

KAJIAN PERUBAHAN LUASAN HUTAN MANGROVE MEMANFAATKAN GOOGLE ERATH ENGINE DI KECAMATAN PULAU LAUT UTARA KOTABARU

Ferry Sobatnu (Unknown)
Ade Rizqi Nurhidayati Suyitno (Politeknik Negeri Banjarmasin)



Article Info

Publish Date
30 May 2026

Abstract

Kabupaten Kotabaru termasuk salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan Indonesia. Ibu kota kabupaten ini di wilayah Pulau Laut, tepatnya di Kecamatan Pulau Laut Utara, yang terpisah dari Pulau Kalimantan sehingga memiliki karakteristik ekosistem yang beragam jenisnya salah satunya adalah ekosistem mangrove. Hutan mangrove berfungsi sebagai benteng alami, melindungi pesisir dari erosi dan serangan gelombang besar. Hutan mangrove secara ekonomi berfungsi yaitu penghasil kebutuhan rumah tangga, penghasil keperluan industri, habitat burung dan ikan dan penghasil bibit. Metode pengukuran kerapatan atau tingkat kehijauan hutan mangrove yaitu algoritma indeks vegetasi. Penelitian ini menggunakan klasifikasi Normalized Different Vegetation Index (NDVI) sebagai indikator untuk mengukur biomassa daun hijau dan indeks luas daun untuk klasifikasi vegetasi mangrove di Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru. Data geospasial perubahan kerapatan vegetasi memanfaatkan citra satelit tahun 2020 sampai dengan 2023. Google Earth Engine (GEE) adalah platform berbasis cloud dimanfaatkan untuk mengakses dan memproses kumpulan data geospasial yang sangat besar untuk analisis NDVI. Hasil Analisis, mengategorikan menjadi empat kelas kerapatan, yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Berdasarkan data luasan dari tahun 2020-2023, dapat dilihat luasan mangrove bertambah setiap tahunnya dengan rata-rata 27 ha. Berkurangnya luas kelas kerapatan sedang, bukan karena kerusakan mangrove, melainkan karena berubah ke kelas yang tinggi.

Copyrights © 2026