Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN POTENSI ZONA GENANGAN AIR KOTA BANJARMASIN Adriani Muhlis; Darmawani .; Ferry Sobatnu; Nurul Inayah
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 2 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjarmasin merupakan kota yang dijuluki “Kota Air” atau “Kota Seribu Sungai” yang terdapat banyak sungai. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan aktivitasnya, kota Banjarmasin secara fisik kualitas sungainya mulai terus mengalami penurunan yang disebabkan berkurangnya jumlah sungai yang akan berdampak pada berubahnya fungsi ruas sungai dan anak sungai yang diaki-batkan oleh perkembangan perumahan dan ba-ngunan di pinggir sungai.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji daerah potensi zona genangan air de-ngan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografi (SIG) menggunakan metode tumpang susun untuk mengidentifikasi daerah yang berpotensi terjadinya genangan air di wilayah kota Banjarmasin.Kegiatan penelitian ini memberikan kesimpulan terdapat 30 (tiga puluh) potensi zona ge-nangan air yang tersebar di 3 (tiga) wilayah Kecamatan di kota Banjarmasin, yaitu di kecamatan Banjarmasin Barat 7 titik yang berpotensi, Banjarmasin Timur 5 titik yang berpotensi dan Banjarmasin Tengah 18 titik yang berpotensi. Hasil identifikasi zona ge-nangan air yang terlihat secara langsung pada ruas-ruas jalan yang merupakan infra-struktur  utama kota, hal ini diakibatkan pada wilayah tersebut merupakan wilayah yang awal mulanya adalah suatu urukan pada daerah rawa.
Sistem Pendukung Keputusan Identifikasi Rumah Tangga Terindikasi Miskin Menggunakan Metode Simple Additive Ferry Sobatnu; Henyningtyas Suhel; Rahmi Hairidawati
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 17 No 1 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 1, Mei 2017: 1 - 78
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v17i1.488

Abstract

Kemiskinan adalah suatu kondisi ketidakmampuan secara ekonomi untuk memenuhi standar hidup rata-rata masyarakat di suatu daerah. Kondisi ketidakmampuan ini ditandai dengan rendahnya kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok baik berupa pangan, sandang, maupun papan. Kemampuan pendapatan yang rendah ini juga akan berdampak berkurangnya kemampuan untuk memenuhi standar hidup rata-rata seperti standar kesehatan masyarakat dan standar pendidikan. Banjarmasin pada tahun 2014 memiliki jumlah penduduk sebanyak 666.223 jiwa. Angka ini meningkat pada tahun 2015 menjadi 675.440 jiwa. Berdasarkan sebaran jumlah penduduk kota Banjarmasin, dapat diketahui bahwa tingkat penduduk terbanyak berada di kecamatan Banjarmasin Selatan yaitu sekitar 23,34 persen. Pertambahan jumlah penduduk tersebut secara tidak langsung berdampak pada jumlah rumah tangga terindikasi miskin di Kota Banjarmasin. Untuk Mengetahui kajian identifikasi rumah tangga terindikasi miskin di Kelurahan Kelayan Selatan dengan analisis spasial SIG. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey dengan pengambilan data secara acak (Proportional Random Sampling) dan menggunakan metode analisis pembobotan (scoring) dengan (SAW) Simple Additive Weighting. Hasil dari pembuatan peta rumah tangga terindikasi miskin Kelayan Selatan mencapai 1.109.748 (28,91%) dan tingkat rumah tangga tidak terindikasi miskin mencapai 1.225.977 (31.94%) beserta dengan informasi didalamnya yaitu data sekunder dan data primer
PEMETAAN ADMINISTRATIF BATAS RT 05 RW 03 KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA KECAMATAN LIANG ANGGANG Suhel, Heny Ningtyas; Ferry Sobatnu; Irawan, Faris Ade; Batara, Yastin David
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Impact
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/impact.v4i2.1365

Abstract

ABSTRAK Desa sebagai satuan wilayah tata usaha pendaftaran tanah mutlak memerlukan batas wilayah administrasi yang sah, jelas, tegas dan tidak ada sengketa. Permasalahan yang dihadapi kantor pertanahan adalah ketersediaan data dan informasi peta desa sangat terbatas. Proses pembuatan peta desa sesuai prosedur baku yang membutuhkan waktu cukup lama. Selain itu, ketersediaan informasi peta desa bagi aparat pemerintah desa maupun masyarakat di lokasi tersebut sangat penting dan mendesak. Hal ini, dapat dimulai dari bawah seperti pembuatan peta batas RT dengan membuat patok. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka tridarma perguruan tinggi tahun 2021 ini, Program Studi D III Teknik Geodesi berkeinginan untuk membuat patok dan peta batas RT.05 RW.03 Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang yang bisa dimanfaatkan oleh perangkat desa khususnya dan masyarakat desa/kelurahan pada umumnya. Patok dan peta batas RT.05 RW.03 yang dihasilkan dapat memberikan infomasi tentang batas RT pada wilayah tersebut. Kata Kunci: Patok RT, Peta Batas RT, Kelurahan Landasan Ulin Utara
Geometric Modeling of River Estuary to Support Normalization Program of Veteran River, Banjarmasin City Ferry Sobatnu; Nurul Inayah
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 9 (2023): September, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i9.6092

Abstract

The city of Banjarmasin is in fact included in the tidal water zone. The Veteran River is one of the canals made by the Dutch to prevent flooding. This research applies geomatics and survey technology to show actual conditions at the mouth of the Veteran River by modeling geometric shapes, using terrestrial and bathymetric measurement data and corrected Pleiades satellite imagery. Modeling using the Gridding method can create geometric shapes of land surface appearances in 3 dimensions. The modeling results show that the condition of the Veteran river body is narrowing at a distance of 58 meters from the edge of the Martapura River with a width of up to 8 meters, and at a distance of 78 meters to 145 meters the width of the river body only reaches 3 meters. The shallowest point reaches (-) 0.074 meters at the mouth of the Veteran River, and the deepest point reaches (-) 13,311 meters in the Martapura River area. The basic condition of the cross section of the Veteran River estuary shows a relatively flat slope level. This shows a poor natural drainage system, where conditions like this can affect the volume of water flow in the Veteran River