Latar belakang: Kualitas kinerja pegawai merupakan salah satu faktor utama yang menentukan tingkat keberhasilan organisasi sektor publik dalam mencapai tujuan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tingkat kinerja tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan organisasi atau ketersediaan sumber daya, tetapi juga berkaitan erat dengan terpenuhinya kebutuhan psikologis pegawai. Pada UPTD PLUT Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Utara masih ditemukan sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan kesempatan pengembangan kemampuan pegawai serta kualitas interaksi sosial di lingkungan kerja. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif, di mana seluruh anggota populasi yang berjumlah 41 pegawai dijadikan sampel secara keseluruhan melalui teknik sampling jenuh. Data penelitian dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden, kemudian hasilnya diolah dan dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda yang dijalankan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian: Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa kebutuhan aktualisasi diri memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sebagaimana terlihat dari nilai thitung sebesar 5,821 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hal serupa juga berlaku untuk variabel kebutuhan sosial, yang terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung sebesar 5,299 dan signifikansi 0,000. Sementara itu, hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa kedua variabel independen tersebut, apabila diuji secara bersama-sama, turut memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang dibuktikan dengan nilai fhitung sebesar 23,634 dan signifikansi 0,000. Di samping itu, diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,531, yang berarti variabel kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan sosial secara bersama-sama mampu menjelaskan 53,1% variasi yang terjadi pada kinerja pegawai, sedangkan sisanya sebesar 46,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak tercakup dalam model penelitian ini. Kesimpulan: Hasil penelitian menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan sosial berdampak positif serta signifikan terhadap kinerja pegawai. Semakin tinggi tingkat pemenuhan kedua kebutuhan tersebut, semakin besar pula kemungkinan tercapainya kinerja yang optimal.
Copyrights © 2026