Status gizi murid SD menjadi determinan krusial mutu SDM karena berkelindan dengan aspek fisik, kognitif, dan prestasi. Merespons hal ini, pemerintah menerapkan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional ini bertujuan menguji korelasi antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan program MBG, yang diproyeksikan lewat presensi harian siswa kelas atas SD Negeri di Kecamatan Tulungagung tahun 2026. Menggunakan teknik simple random sampling, terjaring 210 siswa kelas IV–VI sebagai sampel. Data antropometri primer (berat dan tinggi badan) dikonversi menjadi Z-Score IMT/U, sementara data presensi sekunder merekam kontinuitas program. Karena uji Kolmogorov-Smirnov tidak normal, analisis akhir beralih ke non-parametrik Spearman's Rho. Hasil deskriptif menunjukkan mayoritas siswa (66,7%) berstatus gizi normal. Uji inferensial membuktikan adanya hubungan positif yang signifikan antara presensi dan status gizi (r = 0,345; p = 0,000). Walau kekuatannya lemah, tren ini mengonfirmasi bahwa tingginya kehadiran berkorelasi dengan status gizi ideal. Ini mempertegas peran sekolah sebagai wahana intervensi, di mana konsistensi kehadiran memastikan siswa menerima asupan nutrisi berkala
Copyrights © 2026