Industri penerbangan merupakan sektor padat modal dan teknologi yang sangat rentan terhadap gejolak ekonomi, sebagaimana terlihat pada masa pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas global. PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) sebagai salah satu maskapai Low-Cost Carrier (LCC) mengalami tekanan keuangan yang signifikan dan harus melalui fase transisi menuju pemulihan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan perusahaan periode 2020–2024 melalui rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang telah diaudit dan diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) serta Investor Relations perusahaan. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio keuangan dan mengevaluasi tren perkembangannya dari tahun ke tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT AirAsia Indonesia Tbk masih mengalami defisit likuiditas yang sangat tinggi. Pada tahun 2024, Current Ratio hanya mencapai 0,047 kali dan Cash Ratio sebesar 0,005 kali, sehingga keberlangsungan operasional jangka pendek bergantung pada arus kas dari penjualan tiket di muka melalui liabilitas kontrak. Dari sisi solvabilitas, perusahaan berada dalam kondisi insolvensi secara akuntansi dengan Debt to Asset Ratio (DAR) sebesar 2,65 kali. Akumulasi kerugian pascapandemi juga menyebabkan ekuitas negatif sebesar Rp11,94 triliun sehingga Debt to Equity Ratio (DER) tercatat minus 1,61 kali. Meskipun demikian, profitabilitas operasional menunjukkan perbaikan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan Operating Profit Margin (OPM) dari minus 174% pada tahun 2020 menjadi minus 9,95% pada tahun 2024. Namun, laba bersih masih tertekan akibat kerugian selisih kurs sehingga Net Profit Margin (NPM) tetap berada pada level minus 19,22%. Sementara itu, rasio aktivitas menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan Total Asset Turnover (TATO) sebesar 1,39 kali dan Fixed Asset Turnover (FATO) sebesar 10,72 kali pada tahun 2024, yang mencerminkan efisiensi pemanfaatan aset dan efektivitas model bisnis LCC.
Copyrights © 2026