Restia Pramesti
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, PROFITABILITAS, DAN AKTIVITAS SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PT AIRASIA INDONESIA TBK PERIODE 2020-2024 Ega Novriyela; Wibi Alfiansyah; Restia Pramesti; Lulu Cantika Puteri
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 16 No 1 (2026): Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/feb.v16i1.5188

Abstract

Industri penerbangan merupakan sektor padat modal dan teknologi yang sangat rentan terhadap gejolak ekonomi, sebagaimana terlihat pada masa pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas global. PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) sebagai salah satu maskapai Low-Cost Carrier (LCC) mengalami tekanan keuangan yang signifikan dan harus melalui fase transisi menuju pemulihan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan perusahaan periode 2020–2024 melalui rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang telah diaudit dan diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) serta Investor Relations perusahaan. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio keuangan dan mengevaluasi tren perkembangannya dari tahun ke tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT AirAsia Indonesia Tbk masih mengalami defisit likuiditas yang sangat tinggi. Pada tahun 2024, Current Ratio hanya mencapai 0,047 kali dan Cash Ratio sebesar 0,005 kali, sehingga keberlangsungan operasional jangka pendek bergantung pada arus kas dari penjualan tiket di muka melalui liabilitas kontrak. Dari sisi solvabilitas, perusahaan berada dalam kondisi insolvensi secara akuntansi dengan Debt to Asset Ratio (DAR) sebesar 2,65 kali. Akumulasi kerugian pascapandemi juga menyebabkan ekuitas negatif sebesar Rp11,94 triliun sehingga Debt to Equity Ratio (DER) tercatat minus 1,61 kali. Meskipun demikian, profitabilitas operasional menunjukkan perbaikan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan Operating Profit Margin (OPM) dari minus 174% pada tahun 2020 menjadi minus 9,95% pada tahun 2024. Namun, laba bersih masih tertekan akibat kerugian selisih kurs sehingga Net Profit Margin (NPM) tetap berada pada level minus 19,22%. Sementara itu, rasio aktivitas menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan Total Asset Turnover (TATO) sebesar 1,39 kali dan Fixed Asset Turnover (FATO) sebesar 10,72 kali pada tahun 2024, yang mencerminkan efisiensi pemanfaatan aset dan efektivitas model bisnis LCC.
ANALISIS PENGENDALIAN STRATEGIS DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI DI PT INDONESIA AIRASIA Ega Novriyela; Restia Pramesti; Lulu Cantika Puteri; Delviana Citra
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 16 No 1 (2026): Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/feb.v16i1.5211

Abstract

The airline industry is one of the most dynamic business sectors due to intense competition, fluctuating fuel prices, regulatory changes, and rapid technological developments. Therefore, companies need effective strategic control systems to ensure that organizational objectives can be achieved efficiently. This study aims to analyze the role of strategic control in supporting the achievement of organizational goals at PT Indonesia AirAsia. The research employed a descriptive qualitative approach using secondary data obtained through literature studies, company reports, journals, and relevant academic references. The analysis focuses on the relationship between corporate strategy, business unit strategy, management style, and strategic control mechanisms implemented by the company. The findings indicate that PT Indonesia AirAsia successfully implements a Cost Leadership strategy supported by efficient operational management, digital transformation, and adaptive management practices. Strategic control is conducted through the monitoring of key performance indicators such as Cost per Available Seat Kilometer (CASK), Load Factor, and On-Time Performance (OTP). The study concludes that strategic control plays a crucial role in maintaining alignment between corporate strategy, business unit strategy, and management style, enabling the company to achieve organizational objectives effectively and sustain its competitive advantage in the low-cost carrier industry.