Penelitian ini mengkaji kinerja struktural balok baja kastella dengan konfigurasi Reduced Beam Section (RBS) tipe dogbone di bawah pembebanan siklik. Kajian ini berangkat dari kebutuhan meningkatkan daktilitas sambungan balok–kolom pada wilayah rawan gempa, merespons berbagai kegagalan prematur seperti pada gempa Northridge 1994. Dua parameter geometri dogbone diuji, yaitu kedalaman dan lebar, untuk menilai pengaruhnya terhadap respons siklik. Empat spesimen diuji: dua dengan variasi kedalaman (RBSCa-1 dan RBSCa-2) dan dua dengan variasi lebar (RBSCa-3 dan RBSCa-4). Pengujian eksperimental dilakukan pada sub-asemblis balok–kolom dengan sambungan end-plate, menggunakan pembebanan siklik terkontrol berdasarkan nilai perpindahan leleh Δy = 20 mm, dimulai dari 0,25Δy hingga degradasi kapasitas menuju keruntuhan. Selama pengujian, parameter seperti beban leleh, beban maksimum, kapasitas perpindahan, penurunan kekakuan, dan rasio daktilitas (μ) dicatat menggunakan LVDT dan dianalisis melalui kurva backbone. Hasil menunjukkan bahwa variasi kedalaman dogbone memberikan peningkatan daktilitas yang lebih signifikan dibandingkan variasi lebar. Spesimen RBSCa-1 dan RBSCa-2 menghasilkan rasio daktilitas 3,97 dan 4,01, lebih tinggi daripada RBSCa-3 (3,13) dan RBSCa-4 (3,16). Kedalaman dogbone yang lebih besar terbukti memfasilitasi pembentukan sendi plastis yang lebih efektif, meningkatkan rotasi inelastis dan disipasi energi. Sebaliknya, peningkatan lebar dogbone cenderung membatasi deformasi plastis dan menaikkan kekakuan awal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kedalaman dogbone lebih dominan dalam meningkatkan performa siklik balok kastella berbasis RBS, serta mendukung penerapan desain RBS dengan kedalaman teroptimasi untuk meningkatkan ketahanan seismik sistem rangka momen baja.
Copyrights © 2026