Isolator tumpu polimer 24 kV pada jaringan distribusi saluran udara di Indonesia rentan mengalami kerusakan akibat tegangan lebih surja petir. Penelitian ini merancang, mensimulasikan, dan menguji arcing horn pada isolator tersebut secara terintegrasi. Perancangan dilakukan berdasarkan nilai kuat medan tembus udara 30 kV/cm melalui persamaan d = U/30, menghasilkan tiga variasi jarak sela (1,0; 1,3; dan 1,7 cm) yang divalidasi terhadap Basic Insulation Level (BIL) 125 kV sesuai IEC 60071-1. Simulasi distribusi medan listrik menggunakan ANSYS Electronics Desktop Maxwell Electrostatic dilakukan pada 36 konfigurasi (4 variasi gap × 9 variasi jarak isolator ke ujung elektroda), menunjukkan faktor peningkatan medan (k) berkisar 1,024 hingga 2,076 dan nilai E-maks di permukaan sirip isolator selalu jauh di bawah 30 kV/cm (tertinggi 8,82 kV/cm). Pengujian tegangan impuls standar 1,2/50 µs sesuai IEC 60060-1 dilakukan dengan 60 tembakan pada 12 konfigurasi, menghasilkan 100% flashover pada celah arcing horn dengan selisih tegangan tembus terhadap prediksi teoritis sebesar 0,40–15,20% (rata-rata 7,07%). Validasi menunjukkan kesesuaian prediksi lokasi flashover antara simulasi dan pengujian sebesar 100%. Dua kriteria perancangan berbasis simulasi diusulkan: rasio E-maks celah terhadap E-maks sirip harus lebih dari 1, dan E-maks di permukaan sirip harus di bawah 30 kV/cm. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa pendekatan terintegrasi antara perhitungan analitis, simulasi numerik, dan validasi eksperimental merupakan metodologi yang valid untuk perancangan arcing horn pada isolator tumpu polimer 24 kV. Kata Kunci—Arcing horn, isolator tumpu polimer 24 kV, tegangan impuls 1,2/50 µs, distribusi medan listrik, ANSYS Electronics Desktop, koordinasi isolasi, IEC 60071-1.
Copyrights © 2026