Sistem pemakaian sendiri PLTU Pacitan 6,3 kV disuplai melalui Unit Auxiliary Transformer (UAT) dan Station Service Transformer (SST) yang memiliki karakteristik sumber berbeda sehingga memengaruhi arus hubung singkat dan kestabilan transien sistem. Penelitian ini bertujuan menganalisis arus hubung singkat berdasarkan IEC 60909, menentukan Critical Clearing Time (CCT), serta mengevaluasi respons dinamis motor induksi pada kedua konfigurasi menggunakan perangkat lunak ETAP. Analisis dilakukan pada gangguan tiga fasa (LLL), dua fasa ke tanah (LLG), dan satu fasa ke tanah (LG) dengan kondisi pembebanan penuh. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi SST menghasilkan arus hubung singkat tertinggi, yaitu I″k sebesar 65,094 kA dan ip sebesar 155,299 kA pada Bus Station Section 01A saat gangguan LLL, sehingga melampaui breaking capacity Circuit Breaker (CB) eksisting sebesar 40 kA. Sebaliknya, arus gangguan LG dibatasi hingga 0,220 kA oleh Neutral Grounding Resistor (NGR). Nilai CCT mengikuti pola LLL < LLG < LG, dengan nilai minimum 488 ms pada konfigurasi SST. Meskipun konfigurasi SST menghasilkan kondisi paling kritis, seluruh nilai CCT masih lebih besar daripada waktu operasi CB eksisting sebesar 125 ms, sehingga sistem tetap stabil setelah gangguan dihilangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas pemutusan CB diperlukan untuk menjamin keandalan sistem pemakaian sendiri, khususnya pada konfigurasi SST. Kata Kunci—Auxiliary system, critical clearing time, ETAP, hubung singkat, stabilitas transien.
Copyrights © 2026