Dalam dunia pendidikan modern, keberhasilan akademik tidak lagi ditentukan hanya oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kemampuan mengelola emosi secara efektif. Artikel ini berangkat dari diskursus psikologi pendidikan dan pendidikan berbakat untuk mengkaji peran penting kecerdasan emosional dalam prestasi akademik peserta didik berbakat, dengan menggunakan teori Daniel Goleman sebagai kerangka utama. Penelitian ini menggabungkan kajian pustaka sistematis atas sumber nasional dan internasional yang terbit antara tahun 2016–2025 dengan data lapangan pendukung yang bersifat ilustratif dari satu sekolah program akselerasi di Surabaya, berupa wawancara semi-terstruktur dengan seorang guru bimbingan konseling dan angket ringkas terhadap 50 peserta didik berbakat, untuk memperkaya interpretasi temuan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, khususnya dimensi pengendalian diri dan motivasi intrinsik, berhubungan erat dengan prestasi dan ketahanan akademik peserta didik berbakat, sementara fenomena asynchronous development menjelaskan mengapa kemampuan intelektual tinggi tidak selalu diiringi kematangan emosional yang sepadan. Penelitian ini juga mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Islam seperti mujahadah an-nafs, niyyah, dan rahmah dengan kerangka Goleman, sehingga menawarkan perspektif kecerdasan emosional yang berlandaskan spiritualitas. Temuan ini menegaskan pentingnya menerapkan pembelajaran berbasis kecerdasan emosional dalam program pendidikan berbakat, khususnya di lingkungan sekolah Islam
Copyrights © 2026