Penelitian ini bertujuan buat mengungkapkan cara-cara yang dipergunakan oleh pengajar pada membuat nilai-nilai keislaman melalui mata pelajaran Pendidikan agama Islam (PAI) pada MTsN 5 Karanganyar, serta menganalisis hal-hal yang membantu dan merusak dalam penerapan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif serta bertipe penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini ialah guru Pendidikan agama Islam, terutama guru Akidah Akhlak yang berperan menjadi informan utama. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati, bertanya langsung, dan mencatat banyak sekali dokumen yang relevan. Analisis data dilakukan dengan memakai model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang mencakup tiga termin, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan konklusi. Penelitian membagikan bahwa guru menggunakan 5 cara utama buat menghasilkan nilai-nilai keislaman di siswanya, yaitu dengan menjadi teladan, membiasakan kegiatan ibadah, memberi petuah dan dorongan, mengawasi aplikasi ibadah, dan menerapkan aneka macam metode pembelajaran. strategi itu dijalankan dengan cara membiasakan berucap salam, berjabat tangan dengan guru, membaca doa, membaca Al-Qur'an dan Asmaul Husna, melakukan salat Duha, salat Zuhur berjamaah, salat Jumat, melaksanakan Uji Kecakapan Khusus (UKK), manasik haji, dan mengikuti aktivitas kurban. Faktor pendukungnya mencakup budaya religius di madrasah, komitmen yang tinggi berasal para guru, acara pembiasaan yang disusun secara terstruktur, dan kolaborasi yang baik antar para guru. Faktor-faktor yang menghambat mencakup dampak perkembangan teknologi, dampak lingkungan pergaulan, kurangnya kebiasaan beribadah di pada keluarga, dan semangat belajar yg masih rendah di sebagian peserta didik. Penelitian ini menunjukkan bahwa buat mencapai akibat yg baik pada menghasilkan nilai-nilai keislaman, diharapkan kolaborasi yang baik antara pengajar, sekolah, keluarga, dan masyarakat agar karakter religius siswa mampu terbangun dengan baik
Copyrights © 2026