Penelitian ini mengkaji peran Yayasan Rumah Energi (YRE) sebagai aktor non-negara dalam tata kelola lingkungan melalui keterkaitan desa dan kota dalam rangka penguatan ketahanan pangan di tengah krisis iklim. Krisis iklim yang ditandai oleh kenaikan suhu global, perubahan pola cuaca ekstrem, dan meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi telah memperparah kerentanan sektor pertanian dan sistem pangan, terutama di wilayah perdesaan. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini menganalisis bagaimana YRE menjalankan program energi terbarukan, pengelolaan limbah ternak, dan pemberdayaan masyarakat sebagai strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. Kerangka teoretis yang digunakan adalah Urban Political Ecology (UPE) sebagai teori utama dan Collaborative Governance sebagai teori pendukung. Hasil penelitian menemukan bahwa YRE berperan sebagai katalisator dalam membangun hubungan desa dan kota yang lebih resilien melalui kolaborasi multipihak dengan lebih dari 200 mitra lintas sektor. Program biogas rumah tangga, pendampingan peternak, serta advokasi kebijakan yang dijalankan YRE terbukti mampu mendistribusikan akses energi dan meningkatkan kapasitas adaptif masyarakat desa. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan di era krisis iklim memerlukan pendekatan transformatif berbasis pemberdayaan masyarakat, distribusi sumber daya yang adil, serta tata kelola lingkungan yang inklusif dan kolaboratif.
Copyrights © 2026