Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit kembali dalam menghadapi tekanan akademik maupun psikososial. Mahasiswa tingkat awal menghadapi berbagai perubahan yang memerlukan kemampuan adaptasi yang baik sehingga penting diketahui tingkat resiliensinya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat resiliensi pada mahasiswa tingkat awal. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional pada 38 mahasiswa dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), sedangkan analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan 33 responden (86,8%) memiliki tingkat resiliensi tinggi dan 5 responden (13,2%) memiliki tingkat resiliensi sedang. Implikasi keperawatan menunjukkan perlunya pengembangan program promosi kesehatan mental, konseling, dan pendampingan akademik untuk mempertahankan serta meningkatkan resiliensi mahasiswa sejak awal pendidikan.
Copyrights © 2026