Rukia Riskita Dewi Harahap
Prodi Profesi Ners, STIKes Pekanbaru Medical Center

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Efikasi Diri Ibu Dalam Upaya Pencegahan Stunting Rukia Riskita Dewi Harahap; Yolanda Sukarma
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.219

Abstract

Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan periode emas yang menentukan kualitas hidup individu sejak kehamilan hingga usia dua tahun. Kekurangan nutrisi pada periode ini dapat menyebabkan stunting yang berdampak pada penurunan perkembangan kognitif, motorik, dan kemampuan berbicara. Peran ibu sangat penting dalam pencegahan stunting, yang dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan efikasi diri. Penelitian ini telah dilakukan 02 hingga 27 Februari 2026. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan efikasi diri ibu dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 30 responden dengan teknik total sampling di Posyandu Berkah Bersama Tenayan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diadopsi dari penelitian (Setiawan et al., 2026), yang telah teruji validitas dan reliabilitas terdiri dari kuesioner pengetahuan dengan Cronbach’s Alpha sebesar α= 0,83, kuesioner sikap dengan Cronbach’s Alpha sebesar α= 0,74 dan kuesioner efikasi diri dengan Cronbach’s Alpha sebesar α= 0,84. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian rata-rata pengetahuan 8,97 (tinggi), sikap 52,7 (positif), dan efikasi diri 52,67 (tinggi). Uji bivariat tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan efikasi diri (p=0,773) maupun sikap dengan efikasi diri (p=0,269). Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengintegrasikan variabel eksternal seperti dukungan sosial keluarga serta hambatan lingkungan dalam menganalisis determinan efikasi diri ibu.
The Relationship between Smoking and Physical Activity with Cognitive Impairment among the Elderly Rukia Riskita Dewi Harahap; Rika Sabri; Mahathir Mahathir
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6849

Abstract

The rising number of elderly individuals presents challenges, especially concerning their health and well-being. Without proper intervention, these issues can escalate into more complex problems, including cognitive impairment. To minimize the risk of cognitive impairment that can lead to dementia, it's crucial to reduce risk factors like quitting smoking and engaging in regular physical activity. This study aimed to explore the relationship between smoking, physical activity, and cognitive impairment in the elderly. A retrospective research method was employed, utilizing simple random sampling. The study included 142 elderly participants who met the inclusion criteria. To assess cognitive levels, the Mini Mental State Examination (MMSE) was used. This instrument demonstrated strong validity and reliability, with a Cronbach's Alpha of α=0.827. For measuring physical activity, the Physical Activities Scale For the Elderly (PASE) instrument was utilized, also showing good validity and reliability with a Cronbach's Alpha of α=0.768. Data analysis was conducted using the chi-square statistical test, which revealed a significant relationship between smoking, physical activity, and cognitive impairment in the elderly (p < 0.05). The research findings indicated that the majority of respondents (57.04%) experienced mild cognitive impairment. Additionally, 54.23% of respondents had a history of smoking, and 65.49% exhibited poor physical activity.
Gambaran tingkat resiliensi pada mahasiswa tingkat awal : studi deskriptif cross-sectional: Description of resilience level in Undergraduate Freshman: a descriptive cross-sectional Meyunda Alfriyani; Dewi Rukmaningsih; Rukia Riskita Dewi Harahap
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 2 (2026): JiKep | Juni 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i2.3219

Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit kembali dalam menghadapi tekanan akademik maupun psikososial. Mahasiswa tingkat awal menghadapi berbagai perubahan yang memerlukan kemampuan adaptasi yang baik sehingga penting diketahui tingkat resiliensinya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat resiliensi pada mahasiswa tingkat awal. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional pada 38 mahasiswa dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), sedangkan analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan 33 responden (86,8%) memiliki tingkat resiliensi tinggi dan 5 responden (13,2%) memiliki tingkat resiliensi sedang. Implikasi keperawatan menunjukkan perlunya pengembangan program promosi kesehatan mental, konseling, dan pendampingan akademik untuk mempertahankan serta meningkatkan resiliensi mahasiswa sejak awal pendidikan.