Sakramen perkawinan dalam Gereja Katolik menjadi dasar persekutuan hidup dan kasih yang mengarahkan suami istri pada pertumbuhan iman serta tanggung jawab membangun rumah tangga kristiani. Namun, penghayatan terhadap nilai-nilai tersebut masih menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman umat mengenai sakramen tersebut serta realitas hidup berkeluarga di Paroki Santa Maria Imaculata Lewolaga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi terhadap lima pasangan suami istri, pastor paroki, dewan stasi, serta pengurus seksi keluarga. Analisis dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan memaknai sakramen tersebut sebagai panggilan Allah yang diwujudkan melalui doa bersama, partisipasi dalam Perayaan Ekaristi, dan tanggung jawab dalam rumah tangga, meskipun pelaksanaannya belum konsisten akibat kesibukan bekerja dan tekanan ekonomi. Kebaruan penelitian ini terletak pada keterkaitan antara pemahaman teologis dan pengalaman hidup umat dalam konteks pastoral setempat. Temuan ini menegaskan pentingnya pendampingan pastoral berkelanjutan untuk memperkuat penghayatan nilai-nilai sakramental.
Copyrights © 2025