Indonesia merupakan negara majemuk yang ditandai oleh keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya sehingga diperlukan upaya untuk menjaga harmoni sosial melalui moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk interaksi sosial masyarakat multireligius Suku Tengger di Kabupaten Probolinggo sebagai representasi praktik moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat dan warga Tengger, sedangkan data sekunder diperoleh dari arsip, dokumen, serta dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tengger yang terdiri atas pemeluk agama Hindu dan Islam mampu hidup berdampingan secara harmonis melalui budaya gotong royong, solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap tradisi lokal. Nilai moderasi beragama tercermin dalam berbagai aktivitas sosial, seperti kerja sama pengelolaan sumber air, pembangunan rumah, kegiatan pertanian, serta keterlibatan bersama dalam ritual adat Yadnya Kasada. Selain itu, penggunaan sarung sebagai identitas budaya bersama menjadi simbol integrasi sosial yang melampaui batas agama dan status sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal masyarakat Tengger berperan penting dalam membangun kehidupan multireligius yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Copyrights © 2026