PT. RIM Site Air Upas mengalami hambatan dalam pencapaian target produksi bauksit akibat ketidaksesuaian jumlah dan kinerja alat muat serta alat angkut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keserasian kerja alat menggunakan metode match factor, mengevaluasi metode loading, dan menganalisis sistem antrean. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif melalui observasi lapangan dan pengumpulan data aktual. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas alat muat meningkat dari 241,78 ton/jam (bottom loading) menjadi 283,68 ton/jam (top loading). Produktivitas alat angkut juga meningkat dari 314,34 ton/jam dengan 9 unit menjadi 384,01 ton/jam dengan 11 unit berdasarkan teori antrean. Nilai match factor awal sebesar 0,86 menandakan ketidakseimbangan, namun setelah penyesuaian ukuran bucket menjadi 2,3 m³ dan 8 pass, nilai tersebut meningkat menjadi 1,00, yang mencerminkan keserasian ideal. Rata-rata waktu tunggu dump truck tercatat sebesar 0,3 jam di area pemuatan dan 0,19 jam di area dumping. Untuk mencapai target produksi 160.000 ton/bulan, dibutuhkan 7 unit dump truck secara optimal, sementara untuk kondisi maksimal disarankan 9–11 unit. Rekomendasi utama yaitu penggunaan metode top loading dan penerapan prinsip match factor dalam manajemen alat angkut.
Copyrights © 2026