Sampah adalah sisa dari kegiatan manusia yang sudah tidak berguna lagi. Pada akhirnya akan terbuang dan menumpuk begitu saja di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Bertambahnya volume sampah tanpa disertai pengolahan yang memadai dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, seperti perubahan iklim dan menipisnya lapisan ozon yang memicu terjadinya pemanasan global. Maka dari itu, perlunya mengestimasi emisi GRK dan potensi reduksi emisi dari kegiatan pengomposan yang dapat digunakan sebagai data acuan dalam merencanakan mitigasi guna mereduksi emisi gas rumah kaca. Perhitungan emisi CH₄ mengacu pada rumus IPCC 2019 dengan menggunakan metode Tier-2, sedangkan estimasi reduksi emisi CH₄ dari kegiatan pengomposan didasarkan pada rumus IPCC 2006. Hasil analisis data dan perhitungan menunjukkan nilai estimasi emisi CH4 di TPA Batu Layang jika terus beroperasi dengan sistem open dumping hingga 20 tahun ke depan, yaitu pada tahun 2045, adalah 6.896,98 ton CH4. Sedangkan jika TPA Batu Layang beroperasi dengan sistem control landfill dan sanitary landfill, maka pada tahun 2045 emisi CH4 yang dihasilkan adalah 7.759,11 dan 3.879,55 ton CH4. Potensi reduksi emisi CH4 Kota Pontianak jika semua sampah sisa makanan di TPA Batu Layang dikomposkan pada tahun 2045 ialah sebanyak 5.758,57 ton CH4 atau sebesar 79,04% dari jumlah awal sebanyak 7.286,00 ton CH4 menjadi 1.527,44 ton CH4.
Copyrights © 2026