Penelitian ini mengkaji efektivitas program reklamasi tambang PT TIMAH (Persero) Tbk. Area Kundur melalui evaluasi tingkat kelangsungan hidup mangrove dan dinamika kualitas perairan di kawasan pesisir lokasi Batu Kucing Blok 2 selama periode 2022-2023 dengan luas 1 Hektar. Aktivitas pertambangan timah di wilayah pesisir telah menyebabkan degradasi ekosistem mangrove yang memerlukan upaya pemulihan komprehensif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei deskriptif, meliputi pengukuran survival rate mangrove melalui metode transek dan petak kuadrat, serta monitoring parameter kualitas perairan yang mencakup suhu, salinitas, pH, kecerahan, dan kecepatan arus. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelangsungan hidup mangrove mencapai 66,41% pada tahun pertama, kemudian mengalami peningkatan menjadi 78,59% pada tahun kedua setelah penanaman. Seluruh parameter kualitas perairan yang diukur memenuhi baku mutu lingkungan hidup, dengan kecenderungan perbaikan kondisi yang mendukung pertumbuhan optimal ekosistem mangrove. Dinamika kualitas perairan menunjukkan penurunan suhu dari 31°C menjadi 30°C dan salinitas dari 32 PSU menjadi 30 PSU, yang berkontribusi positif terhadap keberhasilan restorasi. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pendekatan reklamasi berbasis ekosistem dengan pengelolaan kualitas perairan yang tepat mampu menghasilkan tingkat keberhasilan tinggi dalam pemulihan ekosistem mangrove pascatambang.
Copyrights © 2026