Perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan menuntut pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Pada pembelajaran kimia, khususnya materi asam basa, masih banyak murid mengalami kesulitan memahami konsep yang bersifat abstrak, sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep sekaligus mendukung pengembangan kemampuan literasi sains digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan media pembelajaran interaktif Kahoot terintegrasi video pembelajaran berbasis Problem Based Learning, serta mengetahui tingkat kelayakan media, penilaian guru, dan respons murid terhadap media yang dikembangkan. Metode yang diterapkan yaitu (R&D) dengan menggunakan model pengembangan Lee & Owens yang meliputi lima tahapan, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Instrument pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, angket analisis kebutuhan, lembar validasi ahli materi maupun media, angket penilaian guru, dan angket respons murid, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak dengan persentase validasi ahli materi sebesar 93,3%, validasi ahli media sebesar 97,3%, penilaian guru sebesar 96,67%, uji coba satu-satu sebesar 86,6%, dan uji kelompok kecil sebesar 91,5% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, hasil tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif Kahoot yang terintegrasi dengan video pembelajaran berbasis Problem Based Learning memenuhi kriteria sangat layak, memperoleh penilaian dan respons yang sangat baik, serta berpotensi mendukung pemahaman konsep asam basa dan pengembangan kemampuan literasi sains digital murid.
Copyrights © 2026