Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026

Optimalisasi Kurikulum Kemampuan Bertempur Taruna Akademi Militer Dalam Rangka Mendukung Pengamanan Daerah Rawan Papua

Wahyu Hendra Saputra (Universitas Pertahanan Republik Indonesia)
Martinus DAW (Universitas Pertahanan Republik Indonesia)
Slamet Sarjianto (Universitas Pertahanan Republik Indonesia)



Article Info

Publish Date
26 Jul 2026

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas ancaman keamanan di wilayah Papua yang menuntut kesiapan personel TNI AD, khususnya perwira muda lulusan Akademi Militer (Akmil), dalam menghadapi kondisi geografis, sosial, dan taktis yang sangat dinamis. Dalam konteks ini, optimalisasi kemampuan bertempur taruna Akmil menjadi kebutuhan strategis guna memastikan efektivitas pengamanan di daerah rawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pendidikan dan pelatihan di Akmil, menilai tingkat kemampuan tempur taruna, serta merumuskan strategi optimalisasi yang relevan dengan tuntutan operasi di Papua. Rumusan masalah difokuskan pada tiga aspek utama: (a) bagaimana sistem pendidikan dan pelatihan taruna Akmil diterapkan, (b) bagaimana kemampuan tempur taruna saat ini, dan (c) bagaimana langkah optimalisasi dilakukan untuk mendukung kesiapan pengamanan di daerah rawan Papua. Penelitian ini menggunakan metode mixed-method dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, kuesioner, dokumentasi, dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan pendekatan IFAS, EFAS, serta analisis SWOT dan POAC untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan strategi pengembangan sistem pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan Akmil memiliki struktur kurikulum komprehensif berbasis knowledge–skill–attitude, namun relevansi materi terhadap karakteristik operasi Papua masih perlu diperkuat. Kemampuan tempur taruna tergolong baik dalam aspek teknis dan fisik, tetapi masih memerlukan peningkatan pada aspek mental, adaptasi taktis, dan situational awareness. Optimalisasi disarankan melalui pembentukan Papua Readiness Module, penerapan teknologi simulasi modern, serta sinergi umpan balik antara Akmil dan satuan operasional di Papua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pendidikan militer menuju sistem adaptif, kontekstual, dan berbasis teknologi merupakan kunci dalam menyiapkan perwira muda yang tangguh dan siap menghadapi dinamika pertahanan nasional.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jetish

Publisher

Subject

Computer Science & IT Education Neuroscience Nursing Public Health

Description

JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. ...