Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2022 terdapat sekitar 1,3 juta kasus baru kanker payudara dan 670.000 kematian akibat penyakit tersebut. Di Indonesia, data GLOBOCAN tahun 2022 mencatat 66.271 kasus dengan 22.598 kematian. Salah satu upaya untuk mendeteksi gejala kanker payudara secara dini adalah dengan melakukan teknik SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 melaporkan bahwa 87–95% perempuan usia reproduksi belum pernah melakukan SADARI. Rendahnya praktik ini disebabkan kurangnya informasi, minimnya dukungan keluarga, serta terbatasnya edukasi kesehatan. Edukasi masyarakat dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dengan topik “Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Payudara.” Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test, dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi, dan diakhiri dengan pengisian post-test oleh peserta. Kegiatan ditutup dengan pembagian konsumsi, suvenir, serta leaflet edukasi mengenai langkah-langkah SADARI dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis). Kegiatan pendidikan dan pelatihan kesehatan mengenai deteksi dini kanker payudara melalui metode SADARI terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta tentang kanker payudara dan SADARI. Rata-rata skor peserta meningkat dari 54,23 pada pre-test menjadi 88,46 pada post-test, menunjukkan peningkatan sebesar 70,49%.
Copyrights © 2026