Korupsi dan intoleransi merupakan ancaman serius bagi generasi muda, termasuk siswa Madrasah Aliyah yang berada pada masa pembentukan karakter. Pengabdian ini bertujuan menanamkan nilai anti korupsi dan toleransi pada 33 siswa kelas XI MA Ma'arif Mojopurno, Desa Mojopurno, yang sebelumnya menunjukkan pemahaman minim terhadap dampak korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Metode partisipatif dilaksanakan melalui dua tahapan: (1) sosialisasi tatap muka dengan studi kasus korupsi aktual (kasus PT Timah dan korupsi waktu) dan intoleransi (bullying dan diskriminasi), dilengkapi diskusi dan tanya jawab; serta (2) pemasangan 5 poster edukasi di ruang kelas, koridor, dan papan informasi. Hasil wawancara yang dilakukan setelah kegiatan sosialisasi yaitu siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai bentuk perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari, termasuk korupsi waktu, ketidakjujuran, dan pengabaian tanggung jawab. Hasil pemasangan poster menunjukkan peningkatan kesadaran untuk menghargai perbedaan dan menerapkan sikap toleran di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kontribusi pengabdian ini adalah menghasilkan model penguatan karakter anti korupsi-toleransi berbasis sosialisasi kontekstual dan poster edukasi yang dapat direplikasi di lembaga pendidikan menengah keagamaan serupa. Rekomendasi tindak lanjut mencakup integrasi materi ke dalam kegiatan pembelajaran PPKn dan kegiatan kesiswaan secara berkala.
Copyrights © 2026