Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil fungsi bahasa dan dinamika pragmatik anak usia empat tahun dengan karakteristik Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) berdasarkan teori fungsi bahasa Halliday dan prinsip kerja sama percakapan Grice. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus linguistik. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, rekaman percakapan alami, dan wawancara dengan orang tua. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tujuh fungsi bahasa menurut Halliday serta kepatuhan dan pelanggaran terhadap empat maksim percakapan Grice. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakseimbangan perkembangan fungsi bahasa, ditandai dengan dominasi fungsi personal dan heuristik yang muncul dalam tuturan ekspresif dan pertanyaan eksploratif, sementara fungsi regulatori, interaksional, dan representasional belum berkembang optimal. Dari sisi pragmatik, ditemukan pelanggaran terhadap maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara, yang mencerminkan dinamika perkembangan pragmatik yang masih berlangsung. Pelanggaran tersebut tidak dimaknai sebagai kegagalan komunikasi, melainkan sebagai manifestasi keterkaitan antara dominasi fungsi bahasa tertentu dan karakteristik atensi serta impulsivitas anak. Secara teoretis, penelitian ini mengembangkan model integratif yang memperkaya pemahaman tentang hubungan antara fungsi sosial bahasa dan kompetensi pragmatik pada anak dengan karakteristik ADHD. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya lingkungan komunikasi yang suportif, empatik, dan kontekstual dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia prasekolah dengan ADHD
Copyrights © 2025