Latar Belakang: Gangguan pernapasan merupakan kondisi yang mengganggu proses pertukaran oksigen akibat obstruksi atau infeksi pada saluran pernapasan. Kondisi ini sering disertai kecemasan yang dapat memperburuk respons fisiologis dan psikologis anak, sehingga berdampak pada proses penyembuhan dan kualitas hidup. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan melalui pemberian terapi relaksasi napas dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak dengan bronkopneumonia. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus pada dua pasien anak dengan bronkopneumonia yang mengalami kecemasan. Intervensi berupa terapi relaksasi napas dalam diberikan secara terstruktur sesuai standar asuhan keperawatan. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil: Sebelum intervensi, skor HARS An. G sebesar 27 dan An. R sebesar 20, yang keduanya termasuk kategori kecemasan sedang. Setelah tiga hari pemberian terapi relaksasi napas dalam, skor kecemasan menurun menjadi 10 pada An. G dan 9 pada An. R, yang menunjukkan kategori kecemasan ringan. Saran: Terapi relaksasi napas dalam direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang diterapkan secara terstruktur dan terjadwal oleh perawat, disertai edukasi kepada pasien dan keluarga, sebagai bagian dari atraumatic care pada anak dengan bronkopneumonia yang mengalami kecemasan. Kata kunci: Bronkopneumonia, Kecemasan, Relaksasi Napas Dalam
Copyrights © 2026