Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kompetensi santri, namun santri yang berstatus pelajar berjuang melawan tantangan mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal sehingga partisipasi belajar aktif, kemampuan komunikasi akademik, dan budaya diskusi ilmiah masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pembelajaran berbasis Active Classroom melalui pendampingan sebagai strategi pengembangan human capital santri santri di Pondok Pesantren Rodlotul Jannah, Kabupaten Jember. Sasaran kegiatan adalah santri mahasiswa aktif beserta pengurus pondok pesantren sebagai mitra strategis. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Approach (PAA) yang dipadukan dengan pendampingan partisipatif melalui lima tahapan, yaitu kebutuhan, analisis perencanaan program, pelaksanaan pendampingan, monitoring dan evaluasi, serta refleksi dan tindak lanjut, dengan aktivitas berupa workshop, diskusi kelompok, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasis kasus, presentasi ilmiah, dan refleksi pembelajaran. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif santri mahasiswa dalam kegiatan akademik, berkembangnya kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi, meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat, serta mulai terbentuknya forum diskusi ilmiah mandiri di lingkungan pesantren. Program ini juga memperoleh komitmen pengurus pondok pesantren untuk melanjutkan penerapan Kelas Aktif secara mandiri sebagai bagian dari sistem pelatihan santri. Dapat disimpulkan bahwa pendampingan Kelas Aktif efektif sebagai strategi pengembangan human capital santri santri yang mengintegrasikan nilai-nilai pesantren dengan pembelajaran aktif berbasis student centered learning.
Copyrights © 2026