Pangandaran memiliki potensi perikanan tangkap yang tinggi, namun ikan segar mudah mengalami kerusakan sehingga memerlukan pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah. Salah satu produk olahan yang berkembang adalah ikan asin jambal roti yang menjadi sumber ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah, performa teknis produksi, serta kelayakan ekonomi usaha pada Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) di Desa Pangandaran. Metode yang digunakan meliputi analisis nilai tambah metode Hayami, analisis kelayakan usaha (cost-benefit analysis), serta evaluasi teknis berdasarkan standar GMP, SSOP, dan HACCP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp7.937,5/kg dengan rasio 19,8% yang tergolong kategori sedang. Secara ekonomi, usaha dinyatakan layak dengan keuntungan Rp1.235.069 per siklus produksi, profitabilitas 15,44%, dan nilai Benefit-Cost Ratio sebesar 1,18. Payback period tercapai dalam 0,23 tahun, dengan BEP sebesar 12,95 kg dan HPP Rp67.649/kg. Namun, performa teknis produksi masih rendah dengan tingkat kesesuaian penerapan GMP, SSOP, dan HACCP sebesar 47%. Kesimpulannya, usaha pengolahan ikan asin jambal roti layak secara ekonomi, tetapi memerlukan peningkatan dalam aspek teknis dan keamanan pangan untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026