Pengendalian persediaan obat di rumah sakit perlu dilakukan guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengendalian obat menggunakan metode ABC-VEN. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan mix method (kuantitatif dan kualitatif). Data sekunder berupa data kuantitatif untuk menghitung pengendalian obat berdasarkan metode ABC (Always, Better, Control) dan VEN (Vital, Essential, dan Non Essential). Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam kepada 14 informan di Instalasi Farmasi khusus Poli Penyakit Dalam untuk melihat pengelolaan obat, biaya, dan dampak. Hasil perhitungan dengan metoda ABC-VEN, dengan memperhitungkan dampak biaya, maka kelompok A dengan jumlah item sebanyak 66 (7%) dengan nilai investasi tertinggi (71%) merupakan prioritas pengadaan. Hasil wawancara mendalam bahwa golongan obat insulin termasuk kelompok A membutuhkan investasi yang paling tinggi. Dilihat dari hasil analisis kategori VEN, kelompok V dengan 409 item obat (40%) dengan investasi yang paling besar (55%), merupakan kelompok yang harus diprioritaskan. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara mendalam bahwa diagnosis tertinggi pada poli penyakit dalam termasuk kelompok V. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Metoda ABC-VEN dapat membantu dalam pelayanan obat terhadap pasen. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat efektivitas penggunaan metode ABC-VEN dibandingkan dengan metode lainnya, dalam peningkatan pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2026