Remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi, periode pertumbuhan yang pesat pada masa remaja membutuhkan peningkatan zat gizi terutama pada remaja putri. Selain faktor biologis tersebut, status gizi remaja juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan gizi, kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dan pola konsumsi fast food. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengetahuan gizi, konsumsi TTD, dan pola konsumsi fast food terhadap status gizi remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi remaja usia 13-18 tahun dengan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Sebagian besar remaja tidak patuh mengonsumsi Tablet Tambah Darah (87,4%), memiliki status gizi baik (73,3%), serta memiliki pengetahuan gizi seimbang yang cukup (53,9%). Frekuensi konsumsi fast food terbagi antara kategori sering dan jarang (masing-masing 50%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi, kepatuhan konsumsi Tablet tambah darah, maupun frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi (IMT/U). Meskipun tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik, edukasi mengenai konsumsi Tablet Tambah Darah dan pola makan sehat tetap diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif.
Copyrights © 2025