Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Mahasiswa Tingkat Akhir S1 Fakultas Kesehatan Universitas MH. Thamrin Annisa Nursita Angesti; Ratna Mutu Manikam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i1.135

Abstract

Pola hidup dan asupan gizi merupakan faktor risiko status gizi mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi mahasiswa tingkat akhir S1 Fakultas Kesehatan Universitas MH. Thamrin. Data yang dikumpulkan meliputi data tingkat stres, emotional eating, kualitas tidur dan asupan gizi (energi, karbohidrat, protein, lemak). Data tingkat stres, emotional eating, kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner, data asupan gizi dengan wawancara food recall. Hasil penelitian menunjukkan hampir sebagian mahasiswa tingkat akhir mengalami masalah gizi, yaitu 29,5%) dan gizi kurang (15,8%). Tidak terdapat hubungan signifikan pada tingkat stres, emotional eating, kualitas tidur dan asupan gizi dengan status gizi mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa perlu diarahkan untuk berolahraga rutin sekaligus sarana melepas stres dan menjaga kualitas tidur dan asupan gizi, yaitu memilih makanan tinggi serat dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) seperti sayur, buah, roti gandum, atau pudding. 
Analisis Pengetahuan Gizi dan Pendidikan Kesehatan pada Remaja Annisa Nursita Angesti; Ratna Mutu Manikam; Ratih Agustin Prikhatina; Afifah Nanda Tifani
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v6i2.1376

Abstract

Nutritional status as an adult can be determined by eating patterns during adolescence. One of the factors that influence eating patterns is nutritional knowledge and snack habits, because at that age, teenagers spend a lot of time at school. Snacking habits in adolescents that are high in calories can lead to overweight and obesity. Health Education important to students for prevent disases case by poor nutrition/overweight. This study aims to determine the relationship between nutritional knowledge and eating habits in adolescents at Senior High School (SMA) Budhi Warman 1 in 2022. The design of the study used a cross-sectional study with 184 respondents aged 15-17 years. The data collection technique used was simple random sampling with instruments in the form of self-data questionnaires and snack habits. The data analysis used was univariate and bivariate with the chi-square test. There are 71.2% of female adolescents and 28.8% of male adolescents. The results of the analysis show that there is a relationship between the frequency of snacks (p value 0.003), the reason for the snacks (p value 0.002), the type of snack food (p value 0.002) and the drink of snacks (p value 0.011) with gender. Nutrition education, especially regarding choosing healthy snacks, must still be given to adolescents so that students can choose snacks that are good for nutrition and health.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Siswa Di SMA Negeri 1 Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi Noviyanti Noviyanti; Ratna Mutu Manikam
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v1i1.1185

Abstract

Kurangnya konsumsi sayur dan buah dapat mengakibatknan tubuh mengalami kekurangan zat gizi seperti vitamin, mieral dan serat sehingga dapat menyebabkan berbagai timbulnya penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah pada siswa di SMA Negeri 1 Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Rancangan penelitian ini menggunakan cross sectional dan bersifat deskriptik analitik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara kuesioner FFQ dan pengisian kuesioner variabel yang diteliti. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel berjumlah 208 orang dan dianalisis menggunakan uji chi square. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian: penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara preferensi (p -value 0,040), sikap (p -value 0,042), pengetahuan (p -value 0,033), ketersediaan sayur dan buah di rumah (p -value 0,042) dengan konsumsi sayur dan buah. Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, uang jajan dan peran teman sebaya. Ada hubungan yang signifikan antara preferensi, sikap, pengetahuan dan ketersediaan sayur dan buah di rumah dengan konsumsi sayur dan buah. Saran: bagi pihak sekolah mampu bekerja sama dengan pihak terkait di bidang gizi dan kesehatan maupun orang tua agar adanya peningkatan konsumsi sayur dan buah siswa.
Hubungan Body Image, Emotional Eating, Pengaruh Teman Sebaya, Aktivitas Fisik, dan Pola Konsumsi Fast Food Terhadap Status Gizi Siswa di SMAN 64 Jakarta Ratna Mutu Manikam; Karlina Agustin; Slamet Santoso Kurniawan; Annisa Nursita Angesti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3113

Abstract

Fase remaja merupakan masa transisi kritis sehingga status gizi sangat berperan dalam mencegah masalah gizi, seperti gizi kurang maupun gizi lebih. Perubahan biologis yang dialami saat masa pubertas yaitu terjadinya pematangan seksual, peningkatan tinggi dan berat badan, penambahan massa tulang, serta perubahan komposisi tubuh. Tujuan penelitian mengetahui hubungan body image, emotional eating, pengaruh teman sebaya, aktivitas fisik, dan pola konsumsi fast food terhadap status gizi. Jenis penelitian cross sectional. Populasi penelitian siswa kelas 12 berusia 16-17 tahun, Dengan sampel 94 siswa. Analisis data menggunakan uji Chi square dengan teknik Proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian yaitu timbangan digital dan mikrotoa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat siswa dengan status gizi baik 73.4%, gizi kurang 5.3%, dan gizi lebih 21.3%. terdapat hubungan antara body image (p = 0,004), emotional eating (p = 0,002), dan aktivitas fisik (p = 0,002) dengan status gizi siswa. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan signifikan antara body image, emotional eating, dan aktivitas fisik dengan status gizi. Saran : Peningkatan aktivitas fisik, pola makan seimbang, penyediaan camilan sehat di sekolah, serta perbaikan instrumen penelitian melalui observasi kuesioner dan penambahan recall 2x24 jam agar lebih lengkap.
Pemanfaatan Serbuk Daun Kelor pada Pembuatan Dawet Tinggi Serat Pangan sebagai Selingan Antiobesitas Dhea Marliana Salsabila; Ratna Mutu Manikam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3320

Abstract

Kecenderungan memilih makanan selingan dengan sumbangan energi yang tinggi dan serat yang rendah berpengaruh terhadap kejadian gizi lebih. Daun kelor telah diidentifikasi memiliki kandungan serat pangan dengan sifat fungsional sebagai antiobesitas. Metode freeze-drying digunakan untuk mengeringkan daun kelor sehingga dapat dimanfaatkan menjadi produk dawet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan serat pangan dawet berbasis daun kelor yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian laboratory experimental yang menganalisis serat pangan pada formulasi terpilih dari penelitian pendahuluan menggunakan metode gravimetri enzimatis. Hasil menunjukkan penambahan 10% serbuk daun kelor pada produk dawet memiliki total serat pangan sebesar 6,10 g/100g dengan serat pangan larut sebesar 1,42 g/100g dan serat pangan tidak larut sebesar 4,68 g/100g. Sesuai dengan manajemen penurunan berat badan, produk dapat menjadi makanan selingan praktis antiobesitas yang tinggi serat. Penelitian selanjutnya dapat melakukan intervensi praklinik dengan dosis tertentu sehingga dapat membuktikan manfaat produk.
Analysis of Nutritional Status and Macronutrient Intake in Toddlers in Matraman District, East Jakarta Rita Fitriyanti; Ratih Agustina Prikhatina; Slamet Santoso Kurniawan; Ratna Mutu Manikam; Titi Indriyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3465

Abstract

In supporting the improvement of community nutrition, it is necessary to collect data as an effort to analyze problems so that it is easier to find the priority of the problem. From some of the problems obtained, an analysis of the causes of the problem can be carried out. Problem-solving is carried out by preparation and planning with the aim of improving community problems, especially in Matraman District, East Jakarta City, in 2025. The purpose of this study is to find out the characteristics, nutritional status, intake of macro and micro nutrients, and nutritional knowledge in the target group, namely toddlers. This study uses a cross-sectional design with a population of all toddlers aged 6-59 months residing in Matraman District in December 2025. The data was analyzed by Chi-Square test. The results showed that there was no significant relationship between macronutrient intake and BB/U, TB/U, BB/TB. These results show that although the nutritional status of toddlers is generally in the good category, there are still problems related to nutritional consumption patterns and low maternal knowledge that have the potential to affect the nutritional status of toddlers in the future. Therefore, it is necessary to increase nutrition education for mothers under five regarding a balanced diet and meeting nutritional needs according to the age of the child. The next study is recommended to examine other factors related to the nutritional status of toddlers in order to obtain a more comprehensive picture.
Determinan Status Gizi Remaja: Peran Pengetahuan Gizi, Konsumsi TTD, dan Pola Konsumsi Fast Food Rita Fitriyanti; Titi Indriyati; Ratna Mutu Manikam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.3567

Abstract

Remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi, periode pertumbuhan yang pesat pada masa remaja membutuhkan peningkatan zat gizi terutama pada remaja putri. Selain faktor biologis tersebut, status gizi remaja juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan gizi, kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dan pola konsumsi fast food. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengetahuan gizi, konsumsi TTD, dan pola konsumsi fast food terhadap status gizi remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional  dengan populasi remaja usia 13-18 tahun dengan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Sebagian besar remaja tidak patuh mengonsumsi Tablet Tambah Darah (87,4%), memiliki status gizi baik (73,3%), serta memiliki pengetahuan gizi seimbang yang cukup (53,9%). Frekuensi konsumsi fast food terbagi antara kategori sering dan jarang (masing-masing 50%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi, kepatuhan konsumsi Tablet tambah darah, maupun frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi (IMT/U). Meskipun tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik, edukasi mengenai konsumsi Tablet Tambah Darah dan pola makan sehat tetap diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif.
Hubungan Paritas dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Status Gizi Berdasarkan Lingkar Lengan Atas (LILA) di Kecamatan Matraman Tahun 2024 Rita Fitriyanti; Ratna Mutu Manikam; Atikah Pustikasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.3616

Abstract

Masalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat memengaruhi status kesehatan ibu serta pertumbuhan dan perkembangan bayi yang dikandungnya. Kekurangan asupan makanan yang berlangsung dalam jangka panjang (kronis) dapat menyebabkan gangguan kesehatan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil, yaitu paritas dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dengan status gizi ibu hamil berdasarkan Lingkar Lengan Atas (LILA) di Kecamatan Matraman tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional  dengan populasi ibu hamil dan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, paritas berisiko merupakan kategori terbanyak, yaitu sebesar 32 ibu hamil (53,3%). Mayoritas ibu hamil patuh (≥4 tablet) mengonsumsi TTD, yaitu 55 (91,7%). Hasil analisis bivariate menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara paritas dan kepatuhani konsumsi TTD dengan status gizi ibu hamil. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan program terkait pemeriksaan rutin terhadap ibu hamil yang sulit untuk memberikan edukasi tentang asupan makanan yang sehat dan seimbang agar asupan ibu hamil dan janin tetap tercukupi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN MAKASAR JAKARTA TIMUR Dahlia Nurdini; Neli Husniawati; Ratna Mutu Manikam; Atikah Pustikasari; Ulfah Dwiyanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.3621

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi yang masih banyak dialami oleh ibu hamil dan dapat berdampak terhadap kesehatan ibu serta janin. Tujuannya untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional  dengan seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan pada tahun 2023 di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagian besar ibu hamil memiliki usia dengan risiko rendah (20-35 tahun) sebanyak 140 ibu (80%), mayoritas ibu memiliki paritas berisiko 58,9% , serta pengetahuan kurang 41,1%, asupan makan kurang 93,7% dan pendapatan ibu masih kurang 60,6%. Hasil penelitian menjelaskan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, paritas dan pengetahuan ibu dengan kejadian kekurangan energi kronik. Sedangkan asupan makan  (p-value 0,045) serta pendapatan keluarga (p-value 0,017) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kekurangan energi kronik. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan Puskesmas ataupun dinas terkait dapat meningkatkan edukasi serta pemantauan ibu hamil untuk mencegah KEK.
Hubungan Self-Care Management Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur Ursula Arus Rinestaelsa; Atna Permana; Ratna Mutu Manikam; Dwinara Febrianti; Nurma Dewi; Khonsa Alimah Syahidah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3644

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg dan berkontribusi besar terhadap kematian dini, sebagian besar penderita hipertensi belum mencapai kontrol tekanan darah yang optimal. Di Indonesia, khususnya wilayah perkotaan seperti Jakarta Timur, hipertensi masih menjadi masalah utama di pelayanan kesehatan primer. Pengendalian hipertensi sangat bergantung pada self-care management, meliputi kepatuhan minum obat, pemantauan tekanan darah, aktivitas fisik, dan pola makan sehat. Namun, banyak pasien belum menerapkannya secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 104 responden dengan simple random sampling, dengan menggunakan kuesioner Kuesioner Hypertension Self-Management Behaviour Questionnaire (HSMBQ). Berdasarkan analisis bivariat dengan uji Chi-Square, diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan signifikan antara self-care management dan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kramat Jati. Sebagian besar responden pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur berada pada usia dewasa, didominasi perempuan, berpendidikan menengah, dan menderita hipertensi kurang dari lima tahun.